Balai Gelar Rakor Program 2018

Balai Gelar Rakor Program 2018

Kepala BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur, Dadan Supriatna (kiri), saat menyampaikan materi dalam “Rapat Koordinasi Program dan Anggaran Tahun 2018”, Selasa (27/2), di BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur. (M. Subchan Sholeh)

Surabaya - Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Jawa Timur menggelar “Rapat Koordinasi Program dan Anggaran Tahun 2018”. Balai juga mengundang Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Jatim, organisasi profesi, dan mitra, untuk menjaring masukan terkait penyusunan program PAUD dan Dikmas.

Dalam paparannya, Kepala BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur, Dadan Supriatna, menawarkan kerjasama pengembangan program PAUD dan Dikmas di kabupaten/kota.

“Kami ingin hadirnya Balai ini bermanfaat bagi masyarakat. Silahkan ke sini (Balai), atau kami diundang ke sana (kabupaten/kota),” kata Dadan.

Dadan menegaskan, salah satu tolok ukur keberhasilan kinerja Balai adalah pemanfaatan produk Balai khususnya model-model pembelajaran PAUD dan Dikmas. Adapun tolok ukur lainnya adalah peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), serta terlaksananya akreditasi satuan pendidikan non formal.

Rakor berlangsung sejak Senin (26/2) hingga Rabu (28/2) ini diikuti sebanyak 95 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur. Ada wakil dari 38 Dinas Pendidikan kabupaten/kota, dan 14 Kepala SPNF SKB di Jawa Timur. Hadir pula perwakilan organisasi profesi seperti Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Jatim, Forum PKBM Jatim, Forum PAUD Jawa Timur, Himpaudi Jawa Timur, dan Hipki Jawa Timur. Selain itu, ada pula utusan organisasi mitra dari Badan Akreditasi Provinsi (BAP) PAUD dan PNF Jawa Timur, Komnas Pendidikan Jawa Timur, dan LP3I Surabaya. (mss)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar