Gelar Semarak Hardiknas Jatim 2018, Mendikbud Puji Sinergi Tujuh UPT

Gelar Semarak Hardiknas Jatim 2018, Mendikbud Puji Sinergi Tujuh UPT

Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Semarak Hardiknas Jatim 2018 di P4TK BOE Malang, Minggu (22/4). (Ahmad Abdul Ghofur)

Malang – Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy MAP memuji sinergi tujuh unit pelaksana teknis (UPT) Kemdikbud di Jawa Timur (Jatim) dalam menyelenggarakan kegiatan “Semarak Hardiknas Jatim 2018”. Muhadjir meminta hal positif ini terus dilanjutkan untuk menjaga kekompakan UPT di Jatim.

“Menurut saya, (Hardiknas) di Jawa Timur, saya nilai sudah sukses,” ujar Mendikbud saat memberi sambutan pembukaan "Semarak Hardiknas Jatim 2018" di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronik (BOE) Malang, Minggu (22/4).

Pujian Mendikbud tersebut spontan disambut tepukan tangan ratusan hadirin yang memadati aula utama P4TK BOE. Mendikbud mengungkapkan, tahun ini adalah pertama kalinya peringatan Hardiknas diselenggarakan di seluruh provinsi dengan UPT Kemdikbud sebagai pelaksananya.

“Di Jawa Timur ada tujuh (UPT), tapi ada yang lebih banyak lagi di Jogja. Ada 15 UPT di sana,” tukasnya.

Dia mengaku meminta UPT Kemdikbud bersatu padu dan tidak berjalan sendiri. Untuk itu, dia menguji kerjasama UPT dengan penyelenggaraan Hardiknas secara bersama. Muhadjir menambahkan, walau penyelenggaraan Hardiknas memang bukan tugas utama UPT Kemdikbud, namun berhasil dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, dia meminta agar ketujuh UPT terus bekerjasama pasca kegiatan ini.

“Kerja-kerja lain harus serupa, bersatu padu, tidak boleh jalan sendiri-sendiri,” tandas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Tujuh UPT itu antara lain, P4TK BOE, P4TK Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan dan Kebudayaan (BPMTPK), Balai Bahasa Jatim, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim, Balai Pengembangan PAUD, dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Jatim.

 Mendikbud Muhadjir Effendy (tiga dari kanan) bersama Kepala UPT Kemdikbud di Jawa Timur. (Ahmad Abdul Ghofur)

 Sebelum memberi sambutan dan membuka acara, kedatangan Muhadjir didaulat untuk mendatangi panggung festival mewarnai untuk murid PAUD. Ia menyalami para siswa yang berjajar di depan panggung lantas diminta menggoreskan sketsa di atas kertas putih yang telah disiapkan.

Mendikbud kemudian menggambar sepeda. Felix dari Universitas Machung Malang akan melanjutkan sketsa itu. Selanjutnya, Mendikbud menuju aula utama P4TK BOE untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional Bantengan dari murid-murid SDN Pandan Kabupaten Mojokerto, dan tari Beskalan Malang oleh siswi-siswi SMAN 8 Malang.

Semarak Hardiknas Jatim 2018 dengan tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” diisi dengan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum hingga Jumat (27/4). Antara lain, pameran produk dan layanan tujuh UPT, bursa buku murah, lomba, bedah buku, seminar, bursa usaha, bioskop keliling, serta diskusi pendidikan dan kebudayaan. (mss)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar