Kepala Balai Ajak Kerjasama PKBM

Kepala Balai Ajak Kerjasama PKBM

Surabaya - Kepala BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur Dadan Supriatna mengajak PKBM untuk bekerjasama agar pelaksanaan program-program pendidikan nonformal di masyarakat menuai hasil optimal.

“Pengelola PKBM harus sering berkomunikasi dengan Balai untuk memudahkan koordinasi, dan menyukseskan program pendidikan nonformal sambil memperluas jejaring kemitraan,” ujar Dadan saat membuka “Diklat Peningkatan Kompetensi Pengelola PKBM”, pada Selasa (24/10) lalu, di BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur.

Menurut Dadan, PKBM sejatinya tak hanya tempat belajar melainkan juga tempat untuk kegiatan ekonomi produktif dan pengembangan masyarakat. Dadan juga berpesan kepada para pengelola PKBM untuk ikut berperan dalam menyambut era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Caranya dengan menyiapkan warga belajar yang terampil dan profesional agar siap bersaing dengan warga ASEAN.

 “Saat ini Indonesia mulai dimasuki tenaga kerja asing yang siap bersaing dengan tenaga kerja Indonesia di segala bidang. Mulai bidang pertanian, pertambangan, perikanan, perniagaan dan lainnya. Sementara Indonesia sampai saat ini masih banyak mengirimkan tenaga kerjanya yang bekerja di sektor pembantu rumah tangga dan buruh. Ini yang harus segera dirubah dengan jalan meningkatkan mutu lulusannya yang mengacu kepada standar pendidikan,” jelas Dadan.

Diklat yang berlangsunug tiga hari ini diikuti 50 peserta dari PKBM di berbagai daerah di Jawa Timur yang belum terakreditasi. Pasca diklat, para pengelola PKBM diharapkan mampu melengkapi berbagai hal yang diperlukan sebagai syarat untuk mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF).

Sementara itu, Agus Wahyudi, Pamong Belajar BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur, yang menyampaikan materi “Peningkatan Manajerial Pengelola PKBM”, menyarankan pada para peserta untuk segera mengajukan permohonan akreditasi lembaga ke BAN PNF.

“PKBM tidak boleh kalah dengan pengelola PAUD yang berani mengajukan akreditasi walaupun persyaratannya tidak lengkap. Kalau nanti ada dokumen dan bukti fisik yang kurang sesuai, maka akan diingatkan asesor untuk segera melengkapi. Artinya, asesor tidak hanya menilai saja tapi juga memberi tahu jika masih ada kekurangan,” jelas Agus yang juga asesor dan verifikator lembaga PNF tersebut. (ebas)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar