Murid PAUD Cahaya Tazkia Belajar Wirausaha

Murid PAUD Cahaya Tazkia Belajar Wirausaha

PAUD Cahaya Tazkia Surabaya BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur menggelar kegiatan “Market Day”, pada Kamis (2/2). Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih jiwa wirausaha anak sejak dini. Murid PAUD Cahaya Tazkia Belajar Wirausaha.

Surabaya – Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak usia dini, PAUD Cahaya Tazkia BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur menggelar acara “Market Day”, Kamis (2/2), di halaman PAUD Cahaya Tazkia Surabaya. Sebanyak 105 anak dari Kelompok Bermain (KB), TK A dan TK B berpartisipasi dalam kegiatan perdana ini. Mereka berbagi peran sebagai penjual dan pembeli sesuai arahan dari para guru.

Segera setelah “Market Day” dibuka pada pukul 09.00, riuh rendah suara anak-anak saat bertransaksi meramaikan suasana pagi yang dinaungi mendung tipis di langit. Anak-anak menawarkan barang dagangan masing-masing di atas meja-meja yang telah disiapkan. Seperti aneka makanan, minuman, dan mainan. Ada roti bakar, mi goreng, sate telor puyuh, puding, es kopyor, jus markisa, dan es sinom. Harganya berkisar dari Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Setiap pembeli diberi kertas kupon dan membawa barang yang dibeli untuk dibayar di kasir.

“Ayo, dibeli rotinya,” kata Lutfi (6), murid TK B, saat menawarkan roti tawar coklatnya yang berharga Rp 3.000. Di sebelah kanannya, Elen (6), menawarkan tahu goreng crispy buatannya yang berharga Rp 5.000.

“Ayo, beli tahu crispy-nya,” ujarnya. Di kasir, Ririn (5) dan Asha (5), murid TK A, sedang membayar barang yang hendak dibelinya. Ririn membeli bando ungu dan Asha membeli gelang masing-masing seharga Rp 5.000.

“Kami ingin melatih anak untuk kreatif, agar anak tidak terbiasa untuk meminta segala sesatu yang cepat jadi atau instan seperti yang banyak terjadi sekarang ini,” kata Kepala TK Cahaya Tazkia, Titik Sukariyati (53). Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan puncak tema profesi dengan sub tema kewirausahaan. Anak-anak ditugaskan membawa berbagai produk keinginan mereka dari rumah untuk dijual.

Produk itu harus hasil kreasi bersama anak dan orangtua. Anak-anak juga memanfaatkan sejumlah barang bekas untuk membuat sejumlah produk kerajinan tangan. Misalnya, tabungan silinder dari wadah kok bekas, topeng karakter tokoh film dari kardus bekas, dan tempat pensil dari karton bekas.

Titik menambahkan, seluruh hasil penjualan akan disumbangkan ke panti asuhan. Untuk menjaga jiwa wirausaha anak, lanjut Titik, kegiatan ini akan digelar rutin tiap Jumat dan bergiliran untuk murid KB, TK A dan TK B. (hans, ftr, sts)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar