Pusat Siapkan Dana PAUD Rp 3,8 Triliun untuk Daerah

Pusat Siapkan Dana PAUD Rp 3,8 Triliun untuk Daerah

Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar saat menyampaikan arahan dalam Rakornas PAUD dan Dikmas Tahun 2017 Regional III Wilayah Timur di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (20/2) malam, di Hotel Garden Palace, Surabaya.

Surabaya – Ditjen PAUD dan Dikmas akan mengucurkan dana APBN tahun 2017 sebesar Rp 3,8 triliun untuk pelaksanaan program PAUD di seluruh Indonesia. Anggaran itu dialokasikan untuk sekitar 5,5 juta anak usia 3-6 tahun.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Dikmas Harris Iskandar, dalam pembukaan “Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PAUD dan Dikmas Tahun 2017” Regional III Wilayah Timur di Hotel Garden Palace, Surabaya, pada Senin (20/2) malam. Sebanyak 460 peserta dari 13 provinsi di bagian Timur Indonesia mengikuti kegiatan ini.

Harris menjelaskan, anggaran itu merupakan dana alokasi khusus (DAK) APBN yang dialokasikan untuk 514 kabupaten/kota di 34 provinsi. Dana tersebut diperuntukkan bagi 5.597.507 anak usia 3-6 tahun yang belajar di PAUD.

Jika dibandingkan dengan anggaran DAK PAUD tahun 2016 sebesar Rp 2,28 triliun, anggaran tahun ini mengalami kenaikan signifikan hingga 66 persen. Sasaran program juga mengalami kenaikan sebanyak 47,3 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 3,8 juta anak.

DAK merupakan dana dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Harris menghimbau para peserta untuk makin fokus pada pelaksanaan program PAUD di daerah masing-masing. Agar PAUD mampu melahirkan generasi emas penerus bangsa melalui stimulasi yang optimal dan maksimal.

“Kita harus makin fokus ke PAUD sebagai hulu pendidikan. Maksimalkan usia emas anak 0-6 tahun dengan stimulai optimal,” tandas mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Amerika Serikat, tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Didik Dwianto berharap, rakornas ini mampu menjadi wahana pembekalan bagi kabupaten/kota dalam menyalurkan DAK PAUD tersebut.

Sebab, tambah dia, mekanisme penyaluran DAK PAUD bagi  kabupaten/kota telah berubah. Ini seiring perubahan kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota pasca berlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sebelumnya, pemerintah provinsi yang menyalurkan DAK PAUD untuk kabupaten/kota sedangkan saat ini DAK PAUD langsung dikucurkan pusat ke pemerintah kabupaten/kota. (hans)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar