SKB Gresik Uji Kemampuan Komputer Peserta Paket C

SKB Gresik Uji Kemampuan Komputer Peserta Paket C

Peserta didik Kejar Paket C saat mengikuti uji kompetensi komputer di SPNF SKB Gresik, pekan lalu. (Lilik Rahajoe Lestari)

Gresik – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Gresik menggandeng Tempat Uji Kompetensi (TUK) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BP-PAUD  dan Dikmas Jawa Timur, untuk menggelar uji kompetensi komputer bagi 50 peserta didik Kejar Paket C (setara SMA), di SKB Gresik, pekan lalu.

“Ini untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta mengoperasikan komputer. Peserta yang nilainya minimal bisa mengulang lagi uji kompetensi,” kata Kepala SPNF SKB Gresik Sukino, saat dihubungi Kamis (21/12).

Sukino menambahkan, pihaknya mengajukan permohonan kepada TUK TIK Balai untuk melaksanakan uji kompetensi di SKB demi memudahkan warga belajar Paket C untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau ujian di sini, peserta lebih yakin, percaya diri dan semangat walaupun usianya sudah tak lagi muda,” tandasnya.

Latar belakang peserta uji kompetensi beragam seperti petani, pegawai pabrik, perangkat desa, guru mengaji dan ibu rumah tangga.Dalam uji kompetensi yang berlangsung pada Minggu (10/12), peserta terbagi dalam tiga gelombang. Masing-masing 15 orang pada gelombang satu (pukul 08.00-10.00) dan tiga (14.00-16.00), serta 20 orang sisanya pada gelombang dua (11.00-13.00). Mereka mengikuti tes untuk program Word Processing (WP) selama dua jam menggunakan 17 komputer dan tiga laptop milik SKB. TUK TIK Balai telah menyiapkan komputer SKB agar sesuai dengan ketentuan dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) TIK.

Mohamad Rofiq, salah satu peserta mengatakan, keikutsertaannya ini untuk menambah pengetahuannya dalam penggunaan komputer. Terkait partisipasinya dalam Kejar Paket C, tambah dia, untuk memenuhi syarat minimal pendidikan di perusahaan tempatnya bekerja yakni lulusan SMA.

Sukino menambahkan, uji kompetensi ini terselenggara berkat bantuan dana vokasi dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Ditbindiktara) Ditjen PAUD dan Dikmas. (lrl)

Peserta didik Kejar Paket C saat mengikuti uji kompetensi komputer di SPNF SKB Gresik, pekan lalu. (Lilik Rahajoe Lestari)

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar